OMAH OMAH Library is located inside private residential owned by Architect Realrich Sjarief and Dentist Laurensia Yudith.

It is functioned as collection of archive and personal books. Reading Room Hours only by reservation on weekend (because the location is inside private residence), now is closed because of pandemic. Contact person :
+62 8161644022 (Vivi)

OMAH Library is a community which focuses on knowledge development of three way to achieve mastery in architecture by developing spirit, body and mind in develo

ping young generation. It is community of daily discussion, workshop, lecture, bridging architecture academic and profession. In OMAH, we have various kind discussions of architecture books in about 7 years (since august 2014), We've seek and nurture relationships with other people, organisations, universities to develop partnerships that move Architecture for the youngsters forward which establishes good practice and theory in Architecture.We loves books, loves meeting new people, loves to discuss with new people about architecture very much as a way to cultivate knowledge in developing our spirit, body, and mind. We think that we are an integral part of the architecture communities we serve. We love to seek and nurture relationships with other people, organizations, universities, firms to develop partnerships that move our indonesian communities forward to the lovely and creative community. Advisor :
Realrich Sjarief

Librarian :
Dimas Dwimukti
Hanifah Sausan
Satria Agung Permana

Beberapa ruang terasa selesai ketika dibangun. Tetapi ada ruang yang baru benar benar hidup ketika dialami manusia di da...
28/05/2026

Beberapa ruang terasa selesai ketika dibangun. Tetapi ada ruang yang baru benar benar hidup ketika dialami manusia di dalamnya.

25 Maret 2026, Kak Darren dan Kak Aimee datang ke Guha untuk mengalami ruang bersama. Tanpa banyak ekspektasi, keduanya memilih menikmati setiap sudut dengan ritme yang tenang, mengamati, berjalan, duduk sejenak, lalu membiarkan pengalaman itu berlangsung secara alami.

Bagi Darren, Guha terasa seperti rumah yang penuh misteri. Setiap ruangnya menghadirkan rasa penasaran dan mendorong keinginan untuk terus menjelajah lebih jauh. Ada pengalaman yang terasa berbeda di setiap perpindahan ruang, seolah setiap sudut menyimpan suasana dan cerita yang ingin ditemukan perlahan. Pengalaman itu p**a yang membuatnya ingin merekomendasikan Guha kepada orang lain.

Sementara bagi Aimee, Guha menghadirkan pengalaman ruang yang terasa unik sekaligus hangat. Bukan hanya karena bentuk atau atmosfernya, tetapi karena ada rasa nyaman yang perlahan muncul selama berada di dalamnya — seperti ruang yang tidak berusaha mengesankan, namun tetap membuat seseorang ingin tinggal lebih lama.

Dari kunjungan singkat ini, kami kembali menyadari bahwa experiencing tidak selalu harus dipenuhi agenda atau percakapan panjang. Kadang, pengalaman terbaik justru hadir ketika seseorang memberi waktu bagi dirinya sendiri untuk benar benar hadir di dalam sebuah ruang.

Terima kasih untuk waktu dan kehadirannya di Guha. Semoga setiap sudut, suasana, dan percakapan kecil yang sempat hadir hari itu dapat tinggal sebagai bagian kecil yang menyenangkan dalam perjalanan kalian.

Untuk teman-teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore

Ada yang datang ingin memahami ruang lebih dalam. Ada juga yang datang hanya untuk berjalan perlahan, lalu membiarkan ru...
26/05/2026

Ada yang datang ingin memahami ruang lebih dalam. Ada juga yang datang hanya untuk berjalan perlahan, lalu membiarkan ruang menjawab dengan caranya sendiri.

24 Maret 2026, kami bertemu dengan Kak Fani bersama kedua anaknya, Chika & Rayyan, serta salah satu mahasiswanya, Kak Putri, yang datang untuk mengalami ruang bersama di OMAH. Tidak banyak tergesa gesa dalam perjalanan itu. Mereka memilih menikmati setiap sudut secara perlahan, duduk, berjalan, mengamati, lalu merasakan bagaimana suasana berubah dari satu ruang ke ruang lainnya.

Bagi Kak Fani, kunjungan ini bukan hanya tentang melihat bangunan atau mendengar cerita desain. Ada pemahaman lain yang perlahan terasa tentang konsep barakah, bagaimana sebuah tempat dapat hidup berdampingan dan memberi dampak baik, bukan hanya bagi manusia yang berada di dalamnya, tetapi juga bagi lingkungan di sekitarnya.

Sementara itu, Kak Putri merasakan bahwa pengalaman ruang di Guha membuka perspektif baru tentang arsitektur. Bahwa arsitektur tidak selalu harus dimengerti melalui gambar kerja atau teori yang rumit, tetapi juga lewat pengalaman sederhana saat seseorang berada di dalam ruang itu sendiri.

Di sisi lain, Chika dan Rayyan menikmati perjalanan ini dengan cara yang paling jujur: merasa nyaman, bebas berjalan, dan menikmati suasana seperti sedang berkunjung ke rumah yang akrab.

Dari pertemuan kecil ini, kami kembali belajar bahwa experiencing bukan selalu tentang mencari jawaban. Kadang, ruang bekerja lebih pelan dari itu. Ia hadir lewat udara, cahaya, suara, percakapan kecil, atau rasa tenang yang sulit dijelaskan setelah p**ang.

Terima kasih kepada Kak Fani, Kak Putri, Chika, dan Rayyan atas kehadirannya di rumah kami. Semoga setiap ruang, percakapan, dan suasana yang sempat dibagikan hari itu dapat tinggal sebagai memori hangat yang terus bertumbuh di kemudian hari.

Untuk teman-teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore

Tidak semua buku datang ke OMAH hanya sebagai bacaan. Beberapa hadir membawa cara pandang, perjalanan berpikir, bahkan j...
25/05/2026

Tidak semua buku datang ke OMAH hanya sebagai bacaan. Beberapa hadir membawa cara pandang, perjalanan berpikir, bahkan jejak panjang tentang bagaimana seseorang melihat dunia.

OMAH Library kembali menerima donasi dua buku dari Pak David berjudul, “Interval: Architecture Design & Practice” dan “Arsitektur Berbatas”. Kedua buku ini kini menjadi bagian dari koleksi OMAH dan dapat diakses oleh para pengunjung di .

Melalui kedua buku ini, arsitektur tidak dibicarakan sebagai bangunan yang selesai begitu saja. Ada proses panjang di baliknya: percakapan, pertimbangan, batas batas, hingga keputusan keputusan kecil yang perlahan membentuk ruang dan cara manusia hidup di dalamnya.

“Arsitektur Berbatas” berbicara tentang bagaimana ruang selalu lahir dari konteks dan keterbatasan. Sementara “Interval” memperlihatkan bahwa praktik arsitektur sering kali bergerak di antara jeda, proses, dan kemungkinan-kemungkinan yang terus berubah.

Mungkin suatu hari buku-buku ini akan dibuka oleh mahasiswa-mahasiswa yang sedang mencari arah tugas akhirnya. Atau dibaca perlahan oleh pengunjung yang baru mulai mempertanyakan mengapa sebuah ruang dapat terasa begitu dekat, nyaman, atau bahkan asing bagi manusia.

Dari satu rak kecil di OMAH, buku-buku ini akan melanjutkan perjalanan barunya — berpindah dari satu pembaca ke pembaca lainnya, membawa percakapan yang mungkin terus tumbuh di kemudian hari.

Buku-buku ini kini tercatat dalam katalog OMAH:
A1.dj.001 — Interval: Architecture Design & Practice
A1.dj.002 — Arsitektur Berbatas

Untuk koleksi lebih lengkap dapat diakses melalui
https://bit.ly/OMAH_Colecction

Terima kasih atas ketulusan yang telah dibagikan. Semoga kedua buku ini menemukan banyak tangan baru untuk membukanya, banyak kepala baru untuk memikirkannya, dan banyak perjalanan baru untuk dilanjutkan.

Kunjungan kali ini datang dari mahasiswa UNTAR yang kembali hadir bersama teman-temannya, setelah sebelumnya beberapa da...
21/05/2026

Kunjungan kali ini datang dari mahasiswa UNTAR yang kembali hadir bersama teman-temannya, setelah sebelumnya beberapa dari mereka pernah datang bersama Kak Greg pada 16 Maret 2026. Kehadiran Ben, Stenly, Abram, Joan, Juan, Ratu, dan Raymond kali ini berkaitan berkaitan dengan proyek studio yang sedang dijalani, dengan pembahasan mengenai pendekatan arsitektur yang lebih berkelanjutan.

Sepanjang experiencing, mereka cukup proaktif dalam bertanya dan berdiskusi. Ketertarikan mereka tidak hanya pada bentuk, tetapi juga pada bagaimana arsitektur dapat tumbuh, menampung berbagai fungsi, dan menghadirkan program ruang yang beragam dalam satu kesatuan. Percakapan pun meluas, tidak hanya soal desain, tetapi juga menyentuh profesi arsitektur dan bagaimana mereka membayangkan perjalanan setelah lulus nanti.

Abram merasakan penjelasan yang diberikan membantu menjawab kebingungan yang muncul selama perjalanan. Raymond melihat pengalaman ini sebagai sesuatu yang menginspirasi dan relevan untuk studinya. Joan merespons dengan sederhana namun kuat, bahwa pengalaman ini terasa menarik. Juan, yang sudah beberapa kali datang, tetap menemukan hal baru di setiap kedatangannya. Ben dan Stenly melihatnya sebagai pengalaman yang menyenangkan, sementara Ratu merasakan Guha sebagai tempat yang hangat dan menyenangkan untuk dikunjungi.

Dari pertemuan ini, kami kembali melihat bagaimana proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus bergerak melalui pengalaman, percakapan, dan rasa ingin tahu. Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa UNTAR atas waktu dan kehadirannya di rumah kami. Semoga perjalanan ini menjadi bagian dari proses yang terus tumbuh.

Untuk teman-teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore

16 Maret 2026, kunjungan kali ini datang bersama Mas Greg  , yang pernah menjadi bagian dari OMAH Library dan hingga kin...
19/05/2026

16 Maret 2026, kunjungan kali ini datang bersama Mas Greg , yang pernah menjadi bagian dari OMAH Library dan hingga kini masih menjaga relasi yang dekat dengan kami. Dalam perjalanannya sekarang sebagai pengajar arsitektur di UNTAR, ia membawa empat mahasiswanya, ada Danu, Faadhil, Juan, dan Intan untuk datang dan belajar bersama.

Pertemuan ini terasa seperti sebuah lingkar yang kembali terhubung. Dari pengalaman yang pernah dibangun di masa lalu, kini berlanjut menjadi ruang berbagi bagi generasi berikutnya. Bersama para mahasiswa, perjalanan dilakukan dengan penuh rasa ingin tahu, mencoba melihat arsitektur tidak hanya sebagai bentuk, tetapi sebagai pendekatan yang lebih dalam.

Sepanjang experiencing, diskusi berkembang tentang bagaimana sebuah ruang dipikirkan, dirancang, dan dihidupkan. Tidak hanya membahas teknis, tetapi juga bagaimana nilai, proses, dan cara pandang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari arsitektur itu sendiri. Di sela experiencing, mereka juga sempat bertemu dengan pendiri OMAH, Realrich Sjarief dan berbincang tentang proyek studio serta proses dibaliknya

Melalui perjalanan ini, mereka juga membagikan bagaimana experiencing di Guha membuka perspektif baru tentang arsitektur. Ada yang merasa semakin mengagumi arsitektur lebih dalam karena banyak hal baru yang ditemukan selama tour berlangsung, dan melihat OMAH sebagai tempat belajar yang kaya akan makna. Ada p**a yang merasa belajar banyak tentang penggunaan material, sekaligus mengenal berbagai arsitek yang dapat menjadi inspirasi dan role model dalam perjalanan mereka ke depan.

Dari pertemuan ini, kami kembali melihat bagaimana pengetahuan bergerak, berpindah, dan tumbuh melalui relasi yang terus dijaga.

Terima kasih kepada Mas Greg dan teman teman mahasiswa atas waktu dan kehadirannya di rumah kami. Semoga perjalanan ini menjadi bagian dari proses belajar yang terus berlanjut.

Untuk teman teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore

OMAH Library kembali menerima beberapa donasi buku yang masing-masing membawa cerita berbeda, namun sama-sama bermakna.P...
15/05/2026

OMAH Library kembali menerima beberapa donasi buku yang masing-masing membawa cerita berbeda, namun sama-sama bermakna.

Pada 13 Februari, buku-buku datang dari sosok yang sudah tidak asing bagi kami kak Valencia . Ia pernah berkunjung dan mempercayakan OMAH sebagai ruang untuk momen foto preweddingnya. Kehadirannya kembali melalui buku-buku ini menjadi pengingat bahwa hubungan yang terjalin di OMAH sering kali berlanjut dalam bentuk-bentuk kebaikan yang tak terduga. Buku-buku tersebut kini tercatat dalam katalog OMAH dengan nomor: C2 176, C3A 005, C7 006, C9 001, C9 002, C9 003, C9 004, C9 005, dan C9 006.

Kemudian pada 1 Maret, buku dari Kak Sherly menyusul hadir dengan kisah yang sederhana namun hangat. Koleksi tersebut merupakan milik teman beliau semasa kuliah , masa ketika banyak waktu dihabiskan bersama. Setelah lulus, buku-buku itu masih tersimpan bersama Kak Sherly. Dengan izin dari pemiliknya, buku-buku tersebut akhirnya dibagikan agar dapat memberi manfaat yang lebih luas. Sebuah perjalanan kecil yang kini menemukan ruang barunya di OMAH. Adapun buku dari Kak Sherly tercatat dengan nomor katalog: C2 174, C2 175, C5 059, C5 060, G2 162, dan G2 161.

Seluruh buku ini akan menjadi bagian dari koleksi di Piyandeling, memperkaya pilihan bacaan dan membuka ruang perjumpaan baru antara buku dan pembacanya. Setiap buku yang datang selalu membawa jejak cerita, pertemanan, dan kepercayaan. Kami bersyukur dapat menjadi ruang perantara agar kebaikan tersebut terus hidup dan bertumbuh bersama para pembacanya.

Terima kasih atas ketulusan yang dibagikan. Semoga buku-buku ini menemukan banyak tangan baru untuk membacanya, dan terus menjadi bagian dari perjalanan orang-orang berikutnya.

13 Maret 2026, kunjungan kali ini bersama Tim Humas Bank Indonesia, Kak Ade Jamaludin, Kak Dila, dan Kak Wida yang berku...
15/05/2026

13 Maret 2026, kunjungan kali ini bersama Tim Humas Bank Indonesia, Kak Ade Jamaludin, Kak Dila, dan Kak Wida yang berkunjung dengan tujuan studi banding, sekaligus mempelajari lebih dalam tentang bagaimana OMAH Library tumbuh sebagai sebuah ruang baca dan ruang belajar.

Percakapan tidak hanya berhenti pada hal hal teknis mengenai perpustakaan. Mereka juga banyak menggali tentang bagaimana sebuah ruang bisa menghadirkan pengalaman, bagaimana filosofi dibangun dan diterjemahkan, hingga nilai nilai yang melandasi OMAH dalam berbagi pengetahuan. Dari sana, muncul refleksi tentang bagaimana ruang baca tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi medium untuk membangun relasi, rasa, dan cara belajar yang lebih luas.

Sepanjang experiencing, mereka mengamati setiap sudut dengan perhatian, mencoba memahami bukan hanya apa yang terlihat, tetapi juga proses dan pemikiran yang membentuknya.

Terima kasih kepada tim humas Bank Indonesia atas waktu dan pertanyaan yang dibawa ke dalam ruang ini. Semoga perjalanan ini dapat menjadi salah satu langkah dalam menghadirkan ruang baca yang terus hidup dan memberi makna.

Untuk teman teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore

Halo teman-teman semua,Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series  #38. Episode kali ini akan ...
13/05/2026

Halo teman-teman semua,
Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #38. Episode kali ini akan terbagi dalam 2 bagian:

Bagian pertama bersama Pak , mengangkat tema:
Citragama Wali Ekarinusa

Bentang wilayah Jawa Timur menjadi salah satu jembatan peradaban penting yang menyaksikan peralihan dari Era Klasik Hindu Budha menuju masa penyebaran Islam. Sebuah masa transisi panjang sejak dakwah Sunan Maulana Malik Ibrahim hingga akhir Majapahit pada masa Girindrawardhana Dyah Ranawijaya.

Dalam kacamata arsitektur, masa ini menghadirkan proses akulturasi yang berjalan damai dan dinamis. Berbagai intervensi, reinterpretasi, asimilasi, hingga domestikasi gaya berlangsung dalam usaha membentuk ruang arsitektur yang “rahmatan lil alamin”.

Dari proses tersebut lahirlah berbagai peninggalan arsitektur sakral di bawah pengaruh Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, hingga Sunan Sendang Duwur.

Paparan kedua bersama Pak , dengan tema:
Konstelasi Masjid Bertiang Tengah

Masjid tua Nusantara selama ini lebih sering dikenali melalui bentuk atapnya—tajug, tumpang, atau piramidal. Namun di balik itu, terdapat elemen penting yang jarang dibahas, yaitu keberadaan tiang pusat di ruang utama masjid.

Melalui riset awal mengenai Masjid Bertiang Tengah (MBT), mulai terlihat pola persebaran dan kemungkinan keterhubungan antar masjid tua di berbagai wilayah Nusantara.

Paparan ini mengajak peserta melihat masjid tua bukan hanya sebagai bangunan ibadah, tetapi juga bagian dari lanskap pengetahuan, tradisi konstruksi kayu, dan memori budaya ruang masyarakat maritim Asia Tenggara.

Dua paparan ini akan dibahas dan didiskusikan bersama dalam dalam kelas PMI #38.

Jumat, 22 Mei 2026
Pukul 19.00 WIB
Online | Pendaftaran: bit.ly/KELASOMAH_2026

Sampai jumpa di kelas PMI #38

6 Maret 2026, kunjungan kali ini mempertemukan kami dengan  , seorang interior designer yang datang untuk mengalami ruan...
12/05/2026

6 Maret 2026, kunjungan kali ini mempertemukan kami dengan , seorang interior designer yang datang untuk mengalami ruang secara langsung di Guha.

Perjalanan berlangsung dengan tenang, memberi waktu bagi setiap sudut untuk diamati dan dirasakan. Dari hubungan ruang dengan alam, hingga detail detail kecil yang perlahan terungkap, experiencing ini menjadi proses membaca ruang secara utuh.

Ary melihat Guha sebagai tempat yang menghadirkan kehangatan sekaligus visi yang kuat. Baginya, setiap sudut memiliki cerita tersendiri, membentuk pengalaman yang tidak hanya unik tetapi juga memberi pembelajaran. Ia juga merasakan bagaimana keberadaan alam di sekitarnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan pengalaman ruang.

Dari pertemuan ini, kami kembali diingatkan bahwa ruang dapat berbicara melalui banyak cara, melalui suasana, detail, dan relasinya dengan lingkungan di sekitarnya.

Terima kasih kepada Ary Nugraha atas waktu dan kehadirannya di rumah kami. Semoga pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan yang terus berkembang.

Untuk teman teman yang ingin merasakan pengalaman ruang di Guha the Guild, dapat melakukan reservasi melalui link berikut: bit.ly/Visit_OMAHBookstore

Beberapa hari lalu, kami menerima kabar yang membawa duka. Bapak .hendrasto telah berp**ang pada 5 Mei 2026.Kami semua, ...
11/05/2026

Beberapa hari lalu, kami menerima kabar yang membawa duka. Bapak .hendrasto telah berp**ang pada 5 Mei 2026.

Kami semua, restless spirit di OMAH Library, turut berduka & merasa kehilangan atas sosok yang memberi banyak makna, bukan hanya sebagai arsitek, tetapi juga sebagai guru, panutan, dan seorang pembelajar yang setia pada prosesnya.

Ingatan kami kembali pada 4 Februari 2017, saat Pak Dicky berkunjung ke OMAH Library sebagai bagian dari Titik Awal Exhibition. Malam itu, beliau berbagi tentang perjalanan tugas akhirnya, Rekreasi Pantai dan Marina Pluit, sebuah eksplorasi yang berangkat dari ketertarikannya pada karya Santiago Calatrava.

Pak Dicky menyelesaikan studi di Universitas Indonesia pada 1988, dan menjadi peraih nilai A pertama sepanjang sejarah jurusan arsitektur UI. Tugas akhir tersebut membawanya ke dunia praktik profesional—mulai dari bekerja sebagai interior designer di Hoemar Tjokrodiatmo, hingga kemudian berkarya bersama DCM sebagai Associate Director.

Melalui tugas akhirnya, ia mengeksplorasi bentuk, struktur, dan detail dengan sangat mendalam—menggunakan konstruksi baja & atap membran yang menyerupai layar kapal. Pada masanya, pendekatan tersebut terbilang kontroversial. Namun, justru dari keberanian itulah banyak generasi setelahnya menemukan inspirasi.

Dalam proses merancang, Pak Dicky percaya pada graphic thinking. Gagasan-gagasan awal hadir sebagai fragmen di dalam pikiran, lalu diproses melalui sketsa hingga perlahan menjadi lebih jelas & realistis.

Ary Indra pernah bercerita bagaimana ia berhenti pada satu halaman berisi gambar karya Pak Dicky di sebuah buku AMI. “Gila ini gambar kok bisa bagus banget,” kenangnya. Gambar itu ia simpan bertahun-tahun, hingga akhirnya mereka berdiri di satu panggung yang sama.

Melalui cerita, karya, dan pendekatannya, Pak Dicky meninggalkan jejak yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan dan dipelajari.

Terima kasih, Pak Dicky, untuk ketulusan dalam berbagi, keberanian dalam berkarya, dan proses yang telah Bapak hidupi. Semoga damai menyertai perjalanan Bapak.

Sumber: Titik Awal (OMAH Library, 2017)
Pewawancara: Yenni Khaliddazia, Gregorius Giovanni Gerard
Transkrip: Rio Sanjaya

Address

Omah Library Taman Villa Meruya Blok F 2
Tangerang
11620

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when OMAH posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to OMAH:

Share