Nutrisi Bayi Sehat

Nutrisi Bayi Sehat Menjual Barang-barang perlengkapan pada bayi

13/04/2017

Anak Pendiam Jangan Dikucilkan, Ini Tips Menggali Potensinya

====================================

Setiap anak memiliki karakter dan kepribadian masing-masing. Cuma kadang kita saat sudah menjadi orang tua masih saja sering menghakimi anak. Padahal setiap anak itu istimewa, termasuk anak yang dalam kesehariannya lebih dikenal sebagai anak pendiam.

Anak yang pendiam kadang masih sering dipandang sebelah mata. Parahnya lagi kadang anak pendiam diberi label negatif. Yang dibilang pemalu lah, penakut lah, atau nggak PD-an lah. Tapi bisa saja dia punya sisi lain dan potensi spesial yang belum digali. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk menggali potensinya tanpa menakuti atau membuatnya tak nyaman.

Berikut sejumlah tips yang bisa Moms coba untuk membantu mengembangkan potensi dan kepribadian anak yang dikenal pendiam. Moms bisa menyesuaikannya dengan kepribadian dan situasi yang dihadapi.

Tunjukkan Bahwa Kita Menyayanginya
Dia butuh orang tua yang suportif dan bisa memberi semangat pada setiap tindakannya. Meski anak tak bisa terbuka pada setiap hal dan masalah yang dihadapinya, kita sebagai orang tua tak harus memaksanya untuk bicara atau bercerita. Yang penting beritahu bahwa kita sebagai orang tua akan berusaha sebaik mungkin untuk selalu menyayangi dan memperhatikannya dengan cara istimewa.
Semangati Anak Mencoba Hal Baru Tapi Jangan Memaksa
Seorang anak, khususnya yang introvert atau pendiam kadang merasa enggan untuk mencoba hal baru. Ada perasaan yang seringkali menekannya untuk "keluar dari cangkang". Kita bisa menyemangati anak untuk mencoba sesuatu yang baru atau hal yang diminatinya. Tapi jangan terlalu memaksanya. Selain itu, beri apresiasi atau semangat baru setiap kali ia berhasil melakukan sesuatu, seperti, "Ibu kemarin melihatmu bisa bernyanyi dengan baik di kelas. Meski awalnya sulit, Ibu bangga kamu bisa melakukannya dengan tetap tersenyum."
Jangan Beri Label atau Julukan yang Buruk
"Dasar anak bisu!"
"Kamu kayak kura-kura, lambat banget. Gitu aja nggak bisa."

"Ya ampun, kamu ini seperti batu. Diem mulu, nggak ada suaranya."

Moms, jangan sampai memberi label buruk pada anak. Anak bisa menyerap apa yang kita ucapkan dan ia dengar dengan mudah. Apalagi jika anak punya temperamen seorang introvert, dia bisa merasakan sesuatu yang tak nyaman ketika orang memberinya julukan yang tak menyenangkan. Salah-salah dia makin menutup diri dan tak percaya diri.

Ciptakan Lingkungan yang Nyaman Untuknya
Kalau sang buah hati sangat peka atau sensitif dengan suara berisik, cahaya, dan perasaan atau tak nyaman setiap kali berada di situasi yang baru, dia bisa jadi merupakan "anak bunga anggrek (orchid child). Seperti yang dilansir oleh workingmother.com, istilah ini mengacu pada anak yang butuh lingkungan yang benar-benar sesuai untuk bisa tumbuh, layaknya bunga anggrek. Berbeda dengan bunga dandelion yang gampang beradaptasi di berbagai lingkungan, bunga anggrek butuh lingkungan yang benar-benar berbeda dan terawat, yang dengan begitu ia bisa tumbuh dengan baik. Di rumah, kita bisa membantu anak untuk membangun tempat yang paling nyaman untuk belajar atau melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Setiap anak punya potensi. Masing-masing anak memiliki benih yang pasti akan tumbuh dengan baik bila kita bisa membantu menyiraminya dengan sabar dan telaten. Tak mudah memang untuk jadi orang tua yang sempurna dan bisa memberikan semua yang terbaik untuk anak. Tapi kita pasi bisa selalu mengusahakan yang terbaik untuk buah hati tercinta kita, kan?

Anak Sakit Tapi Harus Kerja? Berikut Tips Mengatasinya===========================Memiliki anak adalah anugerah. Maka tid...
13/04/2017

Anak Sakit Tapi Harus Kerja? Berikut Tips Mengatasinya

===========================

Memiliki anak adalah anugerah. Maka tidak mengherankan jika sebagai seorang ibu, Mom akan rela melakukan apa saja demi anak. Tapi tidak selamanya Mom sebagai orang tua dapat bersama anak selamanya. Situasi saat anak membutuhkan perhatian justru Mom harus bekerja. Serba salah ya, Mom.

Mom, menjadi ibu sekaligus bekerja memang tidak mudah. Saat anak sakit, Mom tidak dapat menjaganya karena ada tuntutan pekerjaan. Tapi Mom tidak perlu khawatir, berikut adalah cara mengatasi galau saat anak sakit dan Mom harus bekerja.

Manfaatkan Cuti
Sebaiknya manfaatkan cuti yang ada untuk kepentingan mendadak seperti ini. Tunda dulu cuti untuk kepentingan liburan. Dengan menabung cuti Mom tidak perlu khawatir dan merasa tidak enak dengan kantor karena meninggalkan pekerjaan.
Minta Bantuan
Saat anak sakit dan Mom tidak dapat menemaninya, mintalah bantuan kepada orang lain yang dapat dipercaya. Orang yang dapat dipercaya ini misalnya adalah keluarga atau orangtua. Dengan demikian Mom akan lebih tenang meninggalkan anak di rumah sementara Mom harus bekerja.
Bicarakan dengan Atasan
Tidak ada salahnya Mom membicarakan hal ini bersama Atasan. Katakan yang sebenarnya tentang masalah yang sedang dihadapi. Jika memang Atasan dapat bersikap fleksibel maka hal ini akan membantu Mom.
Buat Skala Prioritas
Sebagai ibu yang sekaligus bekerja, buatlah skala prioritas dalam mengerjakan pekerjaan. Selesaikan pekerjaan Mom di pagi hari. Agar semua pekerjaan dapat selesai lebih cepat, dan Mom dapat ijin p**ang lebih awal sehingga memiliki waktu menemani si kecil yang sakit.
Diskusikan Bersama Suami
Seorang ibu bukanlah wanita super yang dapat mengerjakan semua pekerjaan rumah. Ada beberapa hal yang membuat Mom butuh bantuan orang lain. Diskusikan hal ini bersama suami, agar mendapatkan solusi terbaik. Meskipun Mom seorang ibu bukan berarti semua tanggung jawab tentang anak ada pada Mom. Suami pun dapat diandalkan.
Mom, demikian 5 hal yang harus dilakukan saat anak sakit sementara Mom harus tetap bekerja. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tanpa Mengomel, Ini Tips Mengasuh Anak yang Nggak Bisa Diam===========================Punya anak yang nggak bisa diam ka...
13/04/2017

Tanpa Mengomel, Ini Tips Mengasuh Anak yang Nggak Bisa Diam

===========================

Punya anak yang nggak bisa diam kadang memang melelahkan. Energinya seperti nggak pernah habis. Kita sebagai orang tua sampai merasa capek sendiri dan seringnya malah mengomeli anak.

Padahal mengomel tak selalu bisa menyelesaikan masalah. Malah bisa memperburuk situasi dan bikin anak makin susah diatur. Lalu bagaimana solusinya? Salah satu jalan keluarnya adalah dengan membantu mengarahkan anak menyalurkan energinya untuk melakukan hal-hal yang lebih positif. Seperti melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini.

Aktivitas Olahraga yang Bisa Meningkatkan Kemampuan Fisik

Kalau anak nggak bisa diam, coba bantu salurkan energinya untuk melakukan olahraga atau aktivitas bela diri. Kegiatan fisik yang terarah bisa membantu anak memfokuskan energinya dan juga belajar disiplin serta mengontrol diri. Selain itu, anak yang mengidap ADHD juga bakal sangat terbantu perkembangannya dengan melakukan olahraga seperti bersepeda hingga berenang.

Sertakan dalam Kelas Menari, Akting, atau Musik

Anak punya minat atau ketertarikan melakukan kegiatan seni, kita bisa mendaftarkannya untuk mengikuti kelas seni. Seperti kelas menari, akting, atau musik. Seperti yang dilansir oleh friendshipcircle.org,ada penelitian yang menyebutkan bahwa bermain instrumen membutuhkan kemampuan dua bagian otak untuk bekerja pada saat yang sama sehingga membantu otak untuk bisa multitasking. Sementara menari bisa membantu anak menyalurkan energinya sekaligus belajar mengendalikannya dengan setiap gerakan yang dipelajarinya.

Kelas akting juga bisa membantu anak melatih dan meningkatkan daya ingatnya sekaligus membuatnya lebih kreatif. Belajar akting memainkan berbagai karakter akan membantunya mengendalikan energi dan emosinya jadi lebih produktif.

Berkemah dan Melakukan Aktivitas di Luar Ruangan

Udara segar, alam, dan kegiatan fisik yang di luar ruangan sangat membantu anak yang nggak bisa diam untuk menyalurkan energinya jadi sesuatu yang positif. Selain bisa belajar tentang alam, anak juga bisa belajar meningkatkan kemampuan dan potensinya mencoba hal-hal baru di luar ruangan.

Libatkan Anak Membantu Pekerjaan di Rumah

Di rumah, kita bisa melibatkan anak ikut membantu sejumlah pekerjaan rumah. Bisa dengan hal-hal sederhana seperti menyapu atau menyiram tanaman di halaman. Anak pun bisa belajar juga soal tanggung jawab dalam melakukan sesuatu dan memberi mereka kepuasan diri.

Mengasuh dan mendidik anak yang hiperaktif atau nggak bisa diam memang butuh kesabaran yang tinggi. Tapi selalu ada cara menyenangkan yang bisa kita lakukan untuk mendorong anak melakukan hal-hal positif dari energi yang dia miliki.

Kalau Moms sendiri punya pengalaman nggak soal mengasuh dan mendidik anak yang nggak bisa diam? Share tips-tips Moms lain di sini, ya.

Biar Adik Kakak Nggak Bertengkar Terus, Lakukan Ini Moms!=========================Pertengkaran, perdebatan, atau konflik...
13/04/2017

Biar Adik Kakak Nggak Bertengkar Terus, Lakukan Ini Moms!

=========================

Pertengkaran, perdebatan, atau konflik antara adik dan kakak memang hal yang normal terjadi. Tapi kalau adik dan kakak terus bertengkar, wah bakal bikin rumah jadi berisik terus dan pastinya bisa jadi berdampak negatif untuk tumbuh kembangnya. Sebagai orang tua, kita juga perlu turun tangan untuk membuat adik dan kakak bisa akrab dan gampang akur.

Kedekatan dan keakraban anak dengan saudaranya bisa terjalin dengan bantuan orang tua. Ada sejumlah hal yang sebenarnya sederhana tapi bisa sangat efektif untuk membuat adik dan kakak nggak gampang bertengkar. Berikut tips-tips yang bisa Moms coba.

Jangan Membanding-Bandingkan Mereka
"Si kakak tuh lebih jago Matematikanya daripada kamu."
"Lihat tuh adikmu bisa rangking satu di kelas."
Moms, sebaiknya kita tak membanding-bandingkan anak apalagi yang terkait dengan prestasi atau kemampuannya di bidang sesuatu. Sikap membanding-bandingkan kita bisa membuat anak jadi iri satu sama lain. Bahkan bisa membuat si adik atau kakak jadi merasa tak disayangi. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Libatkan Anak Melakukan Sesuatu Bersama
Biar si kakak dan adik makin kompak dan akrab, coba buat kegiatan atau aktivitas yang melibatkan keduanya bersama. Atau buat proyek bersama membuat sebuah karya yang bisa dibanggakan bersama. Berlibur atau melakukan aktivitas di luar ruangan bersama juga bisa jadi kegiatan seru agar hubungan kakak adik bisa lebih erat.

Bantu Lerai Saat Anak Bertengkar
Si adik dan kakak bertengkar sampai pukul-pukulan atau melukai tubuh? Kita perlu melerainya. Ungkapkan kenapa pertengkaran itu harus dihentikan. Lalu beri hukuman sesuai dengan kesalahan yang dibuat. Dan buat mereka saling memaafkan satu sama lain serta berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Beri Peringatan dari Awal
Misalnya, kita sudah paham kalau si kakak dan adik pasti ribut kalau sudah berurusan dengan main air di halaman rumah. Dari sini, kita bisa mewanti-wanti atau memberi peringatan dari awal agar tidak bertengkar. Sampaikan juga apa konsekuensinya jika mereka masih bertengkar sekalipun sudah diperingatkan.

Ajak Anak Ikut Melakukan Kegiatan Sosial
Salah satu cara untuk membangun empati dan kemampuan sosial anak adalah dengan mengajaknya ikut melakukan kegiatan sosial. Contoh sederhananya adalah mengajak anak membantu mengumpulkan baju-baju lama yang masih layak pakai untuk disumbangkan ke orang yang membutuhkan. Melakukan kegiatan ini bersama-sama, anak bisa memiliki empati dan kepekaan sosial yang lebih baik.

Satu lagi hal penting yang harus kita pahami agar anak tak selalu bertengkar adalah kita sebagai orang tua juga jangan sampai gampang tersulut emosi. Pahami juga karakter dan temperamen anak untuk bisa memberi mediasi yang tepat.

Jangan Abaikan! Ini Tanda Anak Alami Kekerasan Seksual Pedofilia=======================Sebagai orangtua, berita pedofili...
13/04/2017

Jangan Abaikan! Ini Tanda Anak Alami Kekerasan Seksual Pedofilia

=======================

Sebagai orangtua, berita pedofilia akhir-akhir ini memang tak bisa diabaikan. Orangtua jangan hanya sibuk dengan pekerjaan karena ada bahaya serangan pedofilia yang mengancam anak saat orangtua tak ada. Akan lebih baik jika bisa dicegah dari sekarang dan ketahui cara melindungi anak dari pedofilia, tapi jangan abaikan p**a jika anak menunjukkan perubahan yang mencurigakan.

Perhatian & waspada! Ini ciri anak mengalami kekerasan seksual pedofilia:

1. Anak tiba-tiba tidak mau pergi ke sekolah

2. Perubahan terhadap perilaku anak dan prestasi akademiknya di sekolah

3. Perubahan mood pada anak, menjadi agresif atau lebih tertutup
Tiba-tiba tidak mau ditinggal orangtua saat sudah sampai di sekolah

4. Anak memiliki barang-barang atau mainan yang tidak kamu ketahui dari mana asalnya

5. Kehilangan nafsu makan

6. Anak mengalami mimpi buruk atau tak bisa tidur

7. Anak jadi mudah ketakutan

8. Mengaku merasa sakit di organ intim

Pastikan untuk mengajak bicara anak dan menanyakan apa masalahnya. Membangun komunikasi yang baik dengan anak akan membantu membangun hubungan baik dengan orangtua, membuat anak terbuka dan mau bercerita apa yang terjadi padanya. Jadi, lebih hati-hati mulai sekarang ya Moms.

Tips Hadapi Si Kecil yang Gemar Merebut Mainan Temannya==================Tentu menyenangkan melihat si kecil bermain ber...
13/04/2017

Tips Hadapi Si Kecil yang Gemar Merebut Mainan Temannya
==================

Tentu menyenangkan melihat si kecil bermain bersama teman sebayanya. Melihat mereka terlihat akrab dan dekat. Sayangnya bagi dunia anak, bermain bersama bisa menjadi awal masalah baru. Pernah mendapati si kecil merebut mainan temannya? Serba tidak enak karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada orangtua teman anak. Hmm, lalu bagaimana cara mengatasi masalah anak yang gemar merebut mainan temannya?

Mom, berikut ini adalah cara untuk mengatasi anak yang gemar mengambil dan merebut mainan temannya. Yuk, simak tips dari vemale berikut ini.

1. Biasakan untuk Meminta Izin
Jangan menunggu usia anak bertambah untuk mengajarkan tentang sopan santun. Sebaiknya biasakan anak untuk selalu meminta izin saat memakai barang yang bukan miliknya. Hal ini akan membantu si kecil membiasakan diri untuk bersikap santun kepada yang lain.

2. Jadilah Panutan
Anak lebih mudah untuk meniru daripada mendengar. Maka jangan ragu untuk menjadi panutan yang baik bagi si kecil. Biasakan untuk berbagi kepada yang lain, hal ini akan membuat si kecil merasa nyaman saat ia berbagi dengan teman bermainnya.

3. Segera Melarangnya
Saat mengetahui si kecil merebut mainan milik temannya, segera melarangnya. Jangan menunggu lama. Hal ini dapat membantu memberi pemahaman kepadanya bahwa apa yang ia lakukan tidak selayaknya ia lakukan.

4. Minta Anak untuk Minta Maaf
Setelah berhasil melarang si kecil untuk merebut mainan temannya, segera minta anak untuk meminta maaf. Pastikan kondisinya sudah tenang. Minta ia untuk mengembalikan barang yang ia rebut, minta maaf dan biarkan ia dan temannya kembali bermain bersama.

5. Bersikaplah Konsisten
Berhasilnya Mom mendidik anak selalu ada hubungannya dengan pasangan. Maka jangan ragu untuk bersikap konsisten dengan apa yang Mom lakukan. Yakinlah dengan apa yang Mom lakukan, tidak perlu merasa rendah diri. Mom yang lebih tahu bagaimana cara terbaik menghadapi si kecil, bukan orang lain.

Mom, demikian 5 hal yang harus dilakukan saat menghadapi si kecil yang gemar merebut mainan temannya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Ini Yang Terjadi Apabila Sakit Gigi Pada Anak Terlambat Diobati====================Ketika masa kanak-kanak, banyak orang...
13/04/2017

Ini Yang Terjadi Apabila Sakit Gigi Pada Anak Terlambat Diobati

====================

Ketika masa kanak-kanak, banyak orang memang kerap sekali mengalami masalah pada gigi. Mulai dari tumbuh gigi yang tak rata, karies hingga berlubang. Nah, ketika masalah gigi itu terjadi, sebaiknya Mom segera memeriksakan buah hati ke dokter gigi agar tidak ada efek negatif lebih lanjut.

Seperti halnya yang disampaikan drg. Ahmed Setia Bakti Sp.BM, Koordinator Bamed Dental Care, memaparkan bahwa berbagai macam risiko dan komplikasi dapat terjadi pada penanganan yang lambat pada masalah atau kerusakan gigi anak.

Berbagai risiko dan komplikasi dapat timbul, yang pertama adalah infeksi odontogenik. Infeksi ini berasal dari gigi. Infeksi ini dapat meluas dan menjadi berat bahkan menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan adekuat.

Kematian akibat infeksi pada daerah stomatognati (sistem pengunyahan dan rongga mulut) dapat terjadi karena sepsis (respon inflamasi akibat adanya infeksi pada tubuh) atau karena tersumbatnya jalan nafas yang diakibatkan pembengkakan pada dasar mulut. Hal ini dapat menyebabkan terangkatnya lidah serta obstruksi (sumbatan) akibat dari pembengkakan yang terjadi.

Yang kedua adalah Premature loss gigi susu yang diakibatkan dari proses karies (gigi berlubang) yang tidak tertangani, pada kondisi ini risiko infeksi odontogenik juga dapat terjadi.

"Sehingga gigi susu harus tanggal sebelum waktunya (order of eruption) yang dikenal dengan istilah premature loss. Premature loss dapat menyebabkan maloklusi gigi geligi, dan berpengaruh secara tidak langsung terhadap fungsi pengunyahan, sehingga nutrisi berkurang dan pada akhirnya mengganggu proses tumbuh kembang anak," ujarnya saat ditemui di Jakarta.

Dokter Ahmed menambahkan, tata laksana untuk penanganan Infeksi Odontogenik seperti abses dilakukan dengan intervensi bedah, yaitu insisi drainage (mengeluarkan nanah/produk infeksi) di kamar bedah dengan bius total. Sedangkan untuk Premature loss, bisa dilakukan penanganan sedini mungkin terhadap proses karies.

Bila telah terjadi premature loss, agar dilakukan pemasangan space maintainer (menjaga ruang) terhadap benih gigi permanen yang akan erupsi (tumbuh). Bila sudah terjadi maloklusi gigi geligi, maka harus dilakukan modifikasi pertumbuhan gigi geligi permanen menggunakan alat orthodontic (kawat gigi).

13/04/2017

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Perkembangan Emosi pada Anak

Perkembangan emosi pada anak juga sebenarnya masih erat kaitannya dengan apa yang harus kita pelajari mengenai perkembangan anak usia 2-6 tahun secara keseluruhan dan perkembangan emosi pada anak juga merupakan salah satu poin penting yang perlu kita perhatikan dengan seksama. Hal ini dikarenakan banyak orang terutama orang tua, biasanya hanya menaruh perhatian yang besar pada apa yang tampak jelas di diri anak yaitu perkembangan fisik anak sebab perkembangan fisik anak dapat diukur dan dipantau secara langsung tanpa harus mengulik lebih dalam pada diri sang anak.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dengan seksama jika Anda ingin benar-benar mempelajari tentang perkembangan emosi pada anak karena tentu saja hal ini akan sangat lebih sulit jika dibanding ketika Anda hanya perlu mengamati perkembangan fisik anak yang jelas nampak. Perkembangan emosi anak sendiri sangat terkait erat dengan perkembangan aspek-aspek penting lainnya seperti perkembangan motorik dan juga perkembangan kognitif anak. Hal pertama yang perlu Anda cermati adalah, perkembangan psikologi khususnya psikososial Erikso ada pada 2 tahap dasar yang saling bertentangan. Yang pertama adalah rasa malu dan ragu-ragu vs otonomi dan yang terakhir adalah rasa bersalah vs inisiatif. Perkembangan emosi pada anak sendiri sebenarnya merupakan perkembangan perasaan yang bersifat psikologi yang diawali dari perasaan secara fisik.

Saat Anak Dibekali Kenangan Buruk, Ingatan itu Membekas SelamanyaDulu aku diajak menginap di hotel oleh ibu” demikian si...
13/04/2017

Saat Anak Dibekali Kenangan Buruk, Ingatan itu Membekas Selamanya

Dulu aku diajak menginap di hotel oleh ibu” demikian si anak mengawali ceritanya, saat melintas di depan hotel bersama ayah dan kakaknya.

“Oh ya? Cuma berdua?” tanya sang ayah keheranan. Sebab seingat sang ayah, keluarga mereka belum pernah menginap di hotel tersebut.

“Ada satu orang lagi, om-om siapa namanya aku lupa..” jawab si anak.

Ingatan seorang anak bagai pedang bermata dua, bisa tajam menyasar orang lain dan bisa juga melukai dirinya sendiri. Kapan anak akan merekam ingatan sebuah peristiwa? Tidak ada yang tahu. Anak bisa merekam peristiwa apapun, ingatan bahagia ataupun luka. Apakah ingatan itu akan terlupakan secepatnya atau terekam selamanya? Tidak ada juga yang tahu.

Itulah mengapa, untuk anak-anak, berbagai macam tontonan rekayasa atau kejadian nyata harus dipilah. Pemahaman seperti ini seharusnya dimiliki oleh para orang tua atau orang dewasa yang dekat dengan anak-anak. Penting bagi kita untuk memberi pengawasan dan pembatasan untuk anak, mana tontonan yang boleh dilihat, mana peristiwa sehari-hari yang seharusnya tidak perlu mereka lihat dan dengar. Karena sekali saja hal-hal tersebut terekam dalam ingatan mereka, maka akan sulit bagi mereka untuk menghapusnya dari ingatan dan akan lekat menjadi kenangan sepanjang masa.

“Ada satu orang lagi, om-om siapa namanya aku lupa, tapi kami tidur bertiga di kasur yang sama”

Ada rona kebingungan nampak di wajah sang anak saat mengingat peristiwa itu. Dia menyadari bahwa ingatan tentang menginap di hotel bersama ibu dan seorang om terasa membingungkan. Mungkin dalam benak pikirannya muncul juga pertanyaan-pertanyaan: Wajarkah peristiwa itu? Kenapa hanya mereka bertiga? Kenapa hanya dia dan ibunya serta seorang om yang menginap bersama di hotel, bukan bersama ayah dan kakaknya? Sebab si om tidak memiliki hubungan keluarga.

Sulit untuk menjelaskan pada si anak kemudian, sebab peristiwa menginap di hotel membawa sang ibu pada keputusan besar. Sang ibu memutuskan untuk pergi menjalani hidupnya sendiri, yang ternyata sudah direncanakan jauh-jauh hari, dan mungkin kini sang ibu sedang menjalaninya dengan om yang menginap dengannya (atau entah dengan siapa lagi). Sang Ibu menyerahkan si anak dan kakaknya dalam pengasuhan ayahnya hingga kini.

Bagi si anak pengalaman ini tak akan terlupakan begitu saja. Pengalaman menginap di hotel jelas mempengaruhi pola pikirnya berkaitan dengan hubungan antar manusia dan cara pandang dirinya nanti kepada ibunya sendiri. Seorang ibu selayaknya menjadi panutan atau teladan bagi anak-anaknya seputar etika, norma kesopanan dan kesusilaan serta perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Ini tentu berbahaya, sebab sang anak akan menjadi remaja dan dewasa dengan rekaman ingatan tentang ibu yang pernah dengan ‘tak sengaja’ mencontohkan perilaku seksual yang menyimpang. Perilaku saat ibunya melakukan perselingkuhan dengan laki-laki lain.

3 tahun sejak kejadian itu hingga kini sang anak berumur 7 tahun, dalam benak si anak masih nyata ingatan pada kamar hotel remang-remang, tempat tidur empuk dengan seprai dan bed cover putih, serta perasaan bingung berpadu dengan rasa rindu dan sedih.

Anak bisa diibaratkan seperti semen basah yang akan mencetak dan mengikuti bentuk dari benda-benda yang jatuh di atasnya. Anak juga serupa dengan kertas putih, dimana orang tua seharusnya mengisi kertas itu dengan tulisan yang baik, berisi warna-warni yang mewakili gambaran kehidupan penuh inspirasi dan motivasi. Dan seperti sebuah kertas p**a, anak sedemikian rapuh dan rentannya, sehingga apabila kertas tersebut kusut, sobek atau kotor, maka akan sulit dan hampir mustahil untuk mengembalikan kertas tersebut ke dalam bentuknya semula.

Akhirnya, pesan disampaikan melalui kisah pendek ini. Berilah kenangan indah kepada mereka, anak-anak, di usia emasnya, bukan kuningan palsu yang justru kemudian membuat mereka kebingungan dalam membedakan mana logam mulia dan mana campuran imitasi yang tidak berharga untuk dimiliki dan disimpan berlama-lama.

Tips Melatih Anak yang Telat BicaraMom, gemas sekali bukan mendengar si kecil berbicara ngoceh-ngoceh sendiri dengan bah...
13/04/2017

Tips Melatih Anak yang Telat Bicara

Mom, gemas sekali bukan mendengar si kecil berbicara ngoceh-ngoceh sendiri dengan bahasanya? Batita yang masuk usia dua tahun biasanya sudah bisa menggunakan beberapa kata. Dia juga sudah harus bisa mengikuti petunjuk singkat, mampu berkomunikasi dengan beberapa kata tunggal, bahasa isyarat, dan bahasa tubuh.

Namun, apabila sampai usia 2,5 tahun lebih dari 50 persen kata-katanya tidak bisa dimengerti, sebaiknya anak dibawa ke dokter atau psikolog. Demikian disampaikan DR.dr.Taufik Jamaan, SpOG dalam buku Amazing Kids Guide to Healthy Child Development hasil kerja sama dengan produsen popok anak, Sweety Gold.

"Telat bicara berarti pusat bicara yang ada di otak belum matang atau ada gangguan perkembangan otak yang disebabkan afasia/difasia. Bisa juga karena susunan alat bicaranya yang tidak sesuai, masalah sistem pendengaran, atau gangguan perkembangan mental," ujar dr.Taufik.

Mom bisa bekerja sama dengan lingkungan sosial si kecil untuk membangun sebuah kebiasaan baru yang memancingnya berbicara. Adapun tips mudah melatih anak berceloteh adalah sebagai berikut:

1. Ajak anak ngobrol. Meski dia belum mengerti, kata-kata itu akan diingatnya dan suatu saat diekspresikan. "Lakukan dalam suasan menyenangkan agar lebih mudah dimengerti," kata dr.Taufik.

2. Tatap mata anak ketika bicara.

3. Perbaiki kata-katanya yang terdengar tidak jelas tetapi kita mengerti apa yang coba diucapkannya.

4. Ucapkan nama benda yang digunakan sehari-hari secara berulang dan minta ia mengikutinya.

5. Jika anak hanya mengucapkan satu kata dalam satu kalimat padahal seharusnya anak bisa mengucap dua hingga tiga kata, minta dia mendengarkan dengan benar.

6. Untuk melatih otot bicara, lakukan kegiatan berikut: tiup balon sampai besar, tiup gumpalan tissue dari ujung meja ke ujung lainnya, tiup lilin, main seruling/terompet, minum dengan sedotan kecil/berkelok-kelok, teriakkan 'A-I-U-E-O'.

Semoga dengan tips sederhana di atas, masalah telat bicara si kecil bisa diatasi. Namun apabila masalah tersebut masih berlanjut, ada baiknya kamu menemui dokter atau psikolog yang lebih ahli menanganinya.

Address

Jalan Komplek Duri Kosambi No. 12
Tangerang
15147

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nutrisi Bayi Sehat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share