Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi

Directions

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi drg. Dendy Dwirizki Gunawan, Sp.KG

Keywords/ daftar kosa katanya ada di slide ke-6, nah kira-kira yang slide ke 7 apa hayoo? πŸ˜›
30/08/2026

Keywords/ daftar kosa katanya ada di slide ke-6, nah kira-kira yang slide ke 7 apa hayoo? πŸ˜›

Selamat menikmati masa-masa berbahagia dengan cucu-cucu guru kami, Prof. Trimurni Abidin. Semoga Prof selalu sehat, baha...
30/08/2026

Selamat menikmati masa-masa berbahagia dengan cucu-cucu guru kami, Prof. Trimurni Abidin. Semoga Prof selalu sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Terima kasih atas segala ilmu dan bimbingan yang pernah Prof berikan kepada kami. InsyaaAllah akan abadi sebagai amal jariyah bagi Prof Tri. Aamiiin Allahumma Aamiiin.

PSA 8,5 juta, ngerampok atau tidak?
23/08/2026

PSA 8,5 juta, ngerampok atau tidak?

Kawan dari kawannya kawan dan seterusnya dan seterusnya. Makasih pak bal sudah memercayakan giginya untuk awak tukangi πŸ™
23/08/2026

Kawan dari kawannya kawan dan seterusnya dan seterusnya. Makasih pak bal sudah memercayakan giginya untuk awak tukangi πŸ™

Nanti lah build-up nya, pasien kesakitan, ngga bisa lama di kunjungan pertama, yaudah yang penting dah keluar "susu kent...
23/08/2026

Nanti lah build-up nya, pasien kesakitan, ngga bisa lama di kunjungan pertama, yaudah yang penting dah keluar "susu kental manis"nya, hilang sakitnya (sementara), creamy creamy yummy. πŸ˜‹

18/08/2026

Ngga boleh ketawa 🀭

Sebagai anak laki-laki di keluarga, kami bersepakat dan berikrar bahwa sebelum "bendera" ayah/papa kami turun, "bendera"...
09/08/2026

Sebagai anak laki-laki di keluarga, kami bersepakat dan berikrar bahwa sebelum "bendera" ayah/papa kami turun, "bendera" kami sudah harus diusahakan naik, apapun caranya, yang penting halal serta tak merugikan/zholim terhadap orang. Meski belum tegak dan berkibar-kibar tak apa, yang penting ada progress bahwa "bendera" itu sedang dinaikkan. Cepat atau lambat itu relatif dan subjektif, sesuai karakteristik waktu bagi Einstein. Laki-laki itu cari jalan, bukan cari alasan. Kami tak berharap hidup seperti di Game of Thrones, di mana satu istana kelabakan ketika Eddad (Ned) Stark turun takhta, sikut sana sikut sini untuk naik singgasana. Biar tembok pecah, gerbang sedikit rusak, atau bastion masih pendek, yang penting punya benteng dan bendera sendiri. Lagipula kalau hidup macam Game of Thrones, sudah tertebak orang akan mem-plot saya jadi apa, ya Tyrion Lannister lah. Saya sih ogah. Meskipun, Tyrion itu si paling kecil tapi juga si paling gesit/jitu.

Bukan bentuk jumawa, ini hanya semacam mantra atau doa untuk hidup yang penuh hukum rimba. Persis seperti doa/mantra yang diajarkan senior saya dulu ketika pertama kali menginjakkan kaki di FKG, bunyinya "Tuha muna aka opung inang tulang dohot nantulang FKG USU Horas, semoga para Jendral cepat tamat, murah rezeki, dan cepat dapat jodoh." Kalau dipikir-pikir, pintar juga senior-senior saya itu, mereka tahu bahwa doa orang terzholimi itu makbul. Bayangkan, ratusan orang dengan seragam dan pernak-pernik aneh di tubuhnya, 30-an orangnya berkepala botak datang ke kampus memisuh-misuh dengan keadaan tertekan, diminta doanya. Kaum tertindas diminta doanya (padahal mereka sendiri yang menindas). Ya makbul! Pantas saja senior-senior saya banyak yang sukses sekarang, Alhamdulillah.

09/08/2026
"Enak ya jadi dia" atau "Ya dia enaklah".Sebuah ekspresi yang kadang kita tujukan ke orang. Sampai akhirnya saya sadar, ...
14/07/2026

"Enak ya jadi dia" atau "Ya dia enaklah".

Sebuah ekspresi yang kadang kita tujukan ke orang. Sampai akhirnya saya sadar, yang kita lihat mungkin enaknya orang lain, tapi ngga tahu "ngga enak" yang dialaminya seperti apa.

Di sebuah lobby Hotel di Surabaya, medio 2025, saya duduk dengan dua orang teman saya. Berjumpa setelah sekian lama berjuang di kota masing-masing. Yang satu seorang residen, yang satu dentalpreneur. Mereka ngobrol, saya menyimak sambil mengambil potongan kue di atas meja. Teman saya yang residen bilang "Enaklah kau ya wak sekarang". Teman saya yang satunya jawab, "Ya kan ente ngga lihat ngga enaknya aku cuy. Kalian tidur, aku begadang mikirkan gimana bisnis ini jalan." Deg. Betul juga saya pikir.

Kita terkadang menyederhanakan hidup orang lain dengan mengatakan "Ya dia enak". Padahal kita tak pernah tahu "tak enaknya". Mungkin saja, di saat kita tidur, ia masih terbangun untuk berpikir atau menyusun strategi. Mungkin, di saat kita berfoya-foya, ia dengan disiplin menabung dan berinvestasi. Bisa jadi, saat kita bermalas-malasan, ia keluar lebih pagi, berusaha lebih keras untuk keluarganya. Di saat kita malas belajar, ia sibuk membaca buku-buku untuk mengupgrade dirinya, investasi leher ke atas. Kita tak pernah tahu mungkin saja ia ditekan, dimarah-marahi di tempat kerjanya, di saat kita memilih untuk bersantai. Atau kalau dalam aspek agamais, di saat kita tidur malam, mungkin saja ia menengadahkan tangan dengan tulus di sepertiga malam. Masihkah kita pantas mengucapkan "Enaklah jadi dia" ?

Dua subjek percakapan di atas ada di antara orang-orang pada foto ini. Rindu juga sama skuad ini.

Apa yang dituliskan di atas di luar kebijaksanaan seorang dokter/dokter gigi untuk membebaskan biaya konsultasi jika yan...
05/07/2026

Apa yang dituliskan di atas di luar kebijaksanaan seorang dokter/dokter gigi untuk membebaskan biaya konsultasi jika yang berobat adalah keluarga/saudara/sahabat/sejawat ya 😁

Address

Jalan Balaikota No. 2
Medan
20111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share