02/06/2026
Abses karena gigi
Infeksi pada rahang bawah pasien, datang ke IGD dikarenakan sudah 5 hari membengkak, bau mulut dan mendadak tidak bisa menelan dan buka mulut lebar (dalam bahasa kedokteran Trismus). Kondisi pertama datang seperti gambaran di slide terakhir. Saat direncanakan untuk insisi draiage abses dengan pasang drain ditemukan adanya riwayat Diabetes yang tidak terkontrol (GDS sampai 300) dan ada Hipertensi (bisa karena menahan sakitnya). Atrismus muncul karena perjalanan penjalaran infeksi sampai ke daerah otot untuk membuka dn menutup mulut.
Saat dilakukan intubasi, pus sudah melewati trachea dan karena adanya penekan pus sudah keluar sebagian di tenggorokan.
GIgi penyebab infeksi tidak dapat ditentukan karena luasnya infeksi dan ditemukan gigi di area Rahang bawah semua goyang dan ada pus (nanah di sela2 gigi), begitupun Rahang atas.
Akhirnya semua gigi goyang dan tak ada penyangga tulang dilakukan ekstraksi dan debridement, menghilangkan nanah di dalam mulut. Selanjutnya dilakukan insisi drainage through n through di area submandibula kanan dan kiri, pus dan nanah keluar sekitar 100cc. Insisi dipasang drain dari sarung tangan untuk mengalirkan pus keluar. Tutup luka dengan kasa lembab dengan betadine dan kassa bersih diluarnya. Pasien diberikan antibiotika Ampisilin sulbaktam 4x1.5G; Metronidazole 3x500 mg IV; Ktorolax 3x 30mg IV. Gula darah agar terkontrol dilakukan Insulin Drip dibawah pengawasan dr SpPD.
Operasi selesai, pasien sudah sadar namun intubasi tetap di pertahankan sambil mengevaluasi keadaan vitalnya di ICU.
Infeksi perawatannya bisa panjang dan perlu antibiotika. BIsa dicegah dengan pemeriksaan berkala dan tambalkan gigi-gigi berlubangmu walau kecil. Jangan ciptakan pintu masuk untuk bakterinya.